Rangkaian fardhu kifayah ini meliputi empat hal pokok, yang merupakan inti dari "teks tajhiz jenazah kamil": , mengkafani (at-takfinu) , menshalati (ash-shalatu 'alaih) , dan menguburkan (ad-dafnu) .
Ikat dagu ke kepala dengan kain bersih secara perlahan agar mulut tidak terbuka akibat pelemasan otot.
Kafan yang kamil (sempurna) terdiri dari 3 lembar kain putih untuk laki-laki, dan 5 lembar untuk perempuan (termasuk kerudung dan baju kurung). Berikut teks doa yang dibaca sambil melapisi kain kafan: teks tajhiz jenazah kamil
Hamparkan kain lapis demi lapis, beri wewangian/kapur barus pada setiap lapis. Letakkan jenazah di atasnya dengan tangan bersedekap. Tutup lubang-lubang tubuh (hidung, telinga) dengan kapas.
Tidak ada teks khusus yang wajib, namun dianjurkan membaca basmalah dan berdoa agar jenazah diteguhkan dalam kubur. Bismillahi wa 'ala millati Rasulillah. 3. Tahap Menshalatkan (As-Shalah) Rangkaian fardhu kifayah ini meliputi empat hal pokok,
Hamparkan lembaran kain kafan satu per satu secara berlapis. Taburkan serbuk kapur barus atau minyak wangi non-alkohol di setiap lapisannya.
Imam berdiri sejajar dengan perut/pinggang jenazah. Tata Cara dan Teks Bacaan Shalat Jenazah Berikut teks doa yang dibaca sambil melapisi kain
Tekan perut jenazah secara lembut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Bersihkan kemaluan dan dubur (istinja) menggunakan sarung tangan.
Mampu menjaga rahasia dan tidak menceritakan cacat fisik jenazah kepada orang lain. Langkah-Langkah Memandikan
Ikat tali-tali pengikat pada bagian atas kepala, dada, perut, lutut, dan ujung kaki. Pastikan simpul tali berada di sisi kiri tubuh untuk memudahkan pelepasan saat di dalam kubur. 4. Tahap Ketiga: Mensalatkan Jenazah (As-Shalat)